Bibit Alpukat Mentega
Rp 65.000
Berat: 1kg
`Mau Dong!

Spesifikasi Bibit Alpukat Mentega

Bibit tanaman Alpukat Mentega yang:
  • Sudah berakar
  • Hasil dari okulasi
  • Tinggi kurang lebih 40-60cm
  • Dikirim dengan media tanam secukupnya
  • Bonus polybag untuk pindah tanam

Syarat & Kondisi Tumbuh Alpukat Mentega

Alpukat Mentega yang Anda dapatkan memiliki sifat sebagai berikut:
  • Dapat tumbuh di semua dataran, dari dataran rendah dengan cuaca panas sampai tinggi dengan cuaca sejuk
  • Butuh sinar matahari sepanjang hari
  • Dapat ditanam di pot diameter minimal 60 cm apabila ingin dijadikan tanaman buah dalam pot (tabulampot)
  • Dapat berbuah 1-2 tahun sejak bibit ditanam
  • Media tanam berupa tanah dan humus
  • Penyiraman dilakukan 1x sehari
  • Pemupukan dengan NPK Daun 1x sebulan
  • Tinggi tanaman ketika dewasa nantinya sekitar 5 meter, tapi bisa dibuat lebih pendek dengan pemangkasan rutin

Lainnya Tentang Bibit Alpukat Mentega

Berikut kondisi produk lain yang perlu kami sampaikan:
  • Untuk mengurangi stres pada tanaman, sebagian daun, bunga, cabang dan ranting kami pangkas pada saat dikirim.

Deskripsi Varietas Alpukat Mentega


Si Gurih Alpukat Mentega

Alpukat mentega (Persea americana mill) adalah kultivar alpukat yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Ciri fisiknya yang mencolok adalah bentuknya lebih bulat (panjang 13-17 cm, diameter 10-14 cm) dengan ujung lancip, kulitnya mengilap, dan ketika dibelah teksturnya kuning padat dan terasa berminyak-persis mentega betulan. Rasanya gurih dan kaya, menjadikannya favorit orang-orang untuk isian roti panggang atau saus khas Hispanik, guacamole.

Industri kecantikan pun tak habis-habis membutuhkan buah satu ini. Pasalnya, kandungan Vitamin E dan flavanoidnya membuat alpukat mentega sempurna untuk campuran lulur atau masker. Tanah tropis Indonesia memungkinkan produksi yang berkelanjutan. Meskipun begitu, tanaman alpukat mentega belum terlalu populer.

Pohon alpukat mentega dapat ditanam baik melalui metode generatif maupun vegetatif. Secara generatif, biji alpukat yang ditanam akan menghasilkan pohon ketika berusia 10-15 tahun. Tapi itupun tidak menjamin kualitas buah akan mirip dengan indukannya. Untuk itu, metode vegetatif-setek, okulasi, sambung pucuk, cangkok-dari pohon induk unggul jauh lebih banyak diminati. Dengan cara itu, pada usia 3-4 tahun pohon alpukat sudah menghasilkan buah, dengan masa pembuahan 5-7 bulan setelah bunga pertama mulai tumbuh.

Dataran tinggi sangat cocok untuk tanaman ini, karena alpukat mentega menyukai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut dengan suhu 15-30 derajat celsius. Menanamnya di dataran rendah bukan tidak mungkin, hanya saja perkembangan buahnya mungkin kurang optimal. Curah hujan yang dibutuhkan sekitar 5-6 bulan. Keistimewaannya, tanaman alpukat mentega tidak mengenal musim untuk mulai berbuah, sehingga dalam setahun petani bisa mengalami panen 2-3 kali. Selain menjanjikan untuk komoditas ekspor maupun lokal, kelebihan ini juga membuat tanaman alpukat mentega sangat cocok untuk pekarangan, taman, maupun penghias sisi jalan.

Enzim antiprotease pada daun alpukat mentega juga membuat tanaman ini bebas hama. Inilah yang membedakannya dengan tanaman alpukat lain; antiprotease yang membuat ulat jadi tidak bisa mengurai protein untuk berkembang biak. Polifenol, quersetin, saponon, alkaloida, dan gula alkohol persiit juga memungkinkan daun tanaman alpukat mentega untuk bahan obat-obatan herbal.

Tanaman alpukat mentega menyukai tanah yang bersifat porous. Pada awal penanaman, sangat disarankan untuk mencampur media tanam dengan pupuk kompos. Menginjak usia 6 hingga 24 bulan, jenis pupuk yang disarankan adalah NPK dengan interval per 30 hari sekali. Dari satu pohon saja bisa dihasilkan 400 buah per tahunnya, atau sekitar 225 kilogram. Pohon alpukat sendiri bisa tumbuh hingga 20 meter, meskipun banyak pekebun memilih memangkasnya untuk mempermudah pemetikan-atau bahkan menjadikannya tabulampot.

Bunga alpukat berwujud bunga majemuk. Biasanya, bunga-bunga ini paling banyak muncul pada bulan Februari, Mei, Agustus. Pembungaan penuh biasa menghasilkan buah-buahan terbaik pada bulan Agustus, karena alpukat mentega menyukai matahari penuh yang biasa terjadi pada bulan itu.

Pada umumnya, alpukat mentega tidak berubah keunguan saat matang, meskipun beberapa varietas turunan menunjukkan tanda-tanda itu. Alpukat mentega yang sudah matang kulitnya akan tetap hijau, hanya saja teksturnya menjadi kasar kecoklatan dan menguarkan aroma gurih. Varietas yang keunguan menunjukkan bahwa bagian dalam buah akan berserat, tapi tidak demikian dengan alpukat mentega. Bagian dalamnya tetap padat dan gurih, jika digigit sama sekali tidak ada serat yang menyangkut di gigi. Agar lebih enak, buah alpukat mentega yang baru dipetik sebaiknya diperam selama 3 hingga 5 hari hingga kulitnya terlihat keriput dan layu.
Alamat :
Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur
089686136834
cstanaman@gmail.com
Metode Pengiriman
@2021 Tanaman.co.id Inc.